Terima kasih Tuhan atas anugerah ini.
Syukur bagiMu, ya Tuhan, sebab besar kasihMu dan kesetiaanMu kekal.
" Bawalah Wajah Yesus ke seluruh dunia
" ( Beta M.Pia Mastena )
Terima kasih Tuhan atas anugerah ini.
Syukur bagiMu, ya Tuhan, sebab besar kasihMu dan kesetiaanMu kekal.
" Bawalah Wajah Yesus ke seluruh dunia
" ( Beta M.Pia Mastena )
“ Seperti bunga-bunga pada malam yang dingin,
membungkuk dan menutup diri,
lalu matahari menyinari mereka,
berdirilah mereka
semua terbuka dalam batangnya...”
Di ufuk aku melihat Fajar yang menerangi bumi ini
Aku bersyukur.
Pia Engkaulah fajar bagi langkahku.
Engkaulah semangatku, teladan untuk memulai hari baru ini.
Matahari membakar, kurasa panas, keringatlah aku.
Hatimu Pia membakar juga karena cinta yang bernyala.
Cinta, oh cinta!
Tubuhmu sudah lemah namun Engkaulah wanita yang terus-menerus mencari.
Mencari Wajah. Wajah Tuhan yang tersembunyi namun nyata dalam seribu wajah sesamamu.
Dalam merekalah Engkau Pia menemukan, melayani TuhanMu.
Senja hidupmu sudah tiba, engakau masih mencari…Mencari.. mencari..
Kepadamulah diberi cahaya abadi.
Engkaulah dipanggil untuk mengkontemplasikan Wajah TuhanMu
Wajah yang indah, menarik, mempesona. ( Alo)
Penyebarluasan devosi Wajah Kudus sungguh berkaitan kepada sikap dan kesaksian para suster: semakin mereka setia kepada gambaranNya yang menderita, kepada identifikasiNya dalam diri mereka, semakin mereka dapat mendirikan Kerajaan Allah dalam jiwa-jiwa mereka, sesuai dengan keinginan besar dari Madre. Kesetiaan kepada Wajah Kudus adalah jaminan pasti akan perpautan hidup, sehingga jiwa dapat memuaskan Yesus sendiri, dengan melaksana kan kehendaknya, karena dimana berada usaha untuk mencari rahmat dan kemuliaan Allah, disanalah Sang Wajah Kudus akan bersinar dalam Wajah manusia di mana dan kapan saja.
Dari sifat
Madre dapat di mengerti keyakinan yang mendalam, keinginan untuk meneruskan
kepada jiwa-jiwa sukacitanya ynag paling besar, yaitu sukacita yang berasal
dari perjumpaan dengan Kristus Penyelamat dan pengantin, melalui tindakan-
tindakan cinta kasih, dalam menolong kaum miskin dan para penderita yang
mengetuk pintunya,: di sanalah
telah menjelma keinginannya yang mendalam untuk mendirikan dan memulihkan
kehadiran Allah dalam diri manusia. ( dari buku N. Gori)